Terganggunya pertumbuhan tanaman padi dapat menyebabkan penurunan produksi padi, sehingga dapat berdampak pada kelangkaan beras di Indonesia.
Salah satu gangguan produksi padi adalah serangan tikus. Pengendalian hama tikus merupakan tantangan terbesar bagi petani di Provinsi Lampung.
Dalam penelitian yang dilakukan di Kabupaten Bringsu, Provinsi Lampung, tikus merupakan salah satu hama yang (berat) merugikan petani.
Tikus cenderung menyerang tanaman di malam hari. Sifat tikus yang cerdik menyebabkan berbagai jenis perangkap tidak ideal untuk mengendalikan tikus.
Hal ini terkait dengan ukuran otak yang dimiliki tikus. Hama tikus dapat belajar dari pengalaman yang dialami tikus lain baik secara langsung maupun tidak langsung.
Dari pengamatan yang dilakukan, hama tikus dapat memusnahkan hingga 80% tanaman padi pada satu petak dalam satu malam (satu hari).
Tikus menyerang dari akar, batang, dan daun, hingga ke inti tanaman padi, sehingga tanaman padi tidak tumbuh.
Hal ini tentu saja menimbulkan kerugian yang besar bagi petani. Komunikasi antara populasi tikus dan kemampuan belajar yang unik mempersulit pemberantasan hama tikus menggunakan teknik polos dan monoton.
Untuk itu diperlukan kombinasi perlakuan dari segi teknis yang meliputi penggunaan alat mekanik dan non teknis yang meliputi kebersihan dalam rangka pengendalian hama tikus di sawah atau lahan pertanian.
Pengendalian hama tikus dilakukan secara berkelanjutan, karena keberadaan hama tikus berkaitan dengan perumahan (tempat berkembang biak) dan sumber makanan.
Dari segi teknik, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan hama tikus yaitu secara manual, mekanis dan elektrik.
Sebuah. brosur.
Hama tikus dapat diberantas dengan membersihkan saluran air, menghilangkan tumpukan jerami di sawah, menggunakan musuh alami seperti burung hantu, menggunakan orang-orangan sawah, dll.
Selain untuk mengusir tikus, orang-orangan sawah memiliki fungsi untuk mengusir hama berbagai jenis burung pemakan tanaman padi pada saat panen padi.
Adapun cara aman basmi tikus disawah sebagai berikut:
NS. Mekanis
Pengendalian mekanis dilakukan dengan penyemprot api, dengan membidik lubang-lubang tikus. Kegiatan ini tentunya membutuhkan kerjasama antar pemilik lahan (kelompok tani). Selain itu, gunakan perangkap racun tikus pada sudut yang dianggap memungkinkan, yaitu sarang, tempat yang sering dilewati dan tempat berkumpulnya hama tikus.
NS. Cara dengan listrik
Kontrol listrik yang dapat dilakukan dengan kejutan listrik dan pengusiran tikus menggunakan suara dan cahaya ultrasonik yang dapat digunakan untuk menyinari bumi secara berkala. Salah satu pengusir tikus yang dirancang oleh Fakultas Pertanian Universitas Lampung, adalah pengusir tikus ultrasonik.
Pengusir tikus ini dapat bekerja selama 24 jam karena menghasilkan energi listrik secara mandiri. Panel surya dipasang di atas alat sehingga dapat mendukung prinsip pertanian presisi (precision farming).
Prinsip kerja sistem kendali ini adalah mengganggu sistem pendengaran tikus yang berada di area akses instrumen, sehingga tikus tidak merasa nyaman berada di sekitar tanah.
Sistem ini menggunakan mikrokontroler ATmega 328 dengan board Arduino Uno. Pemicu yang digunakan adalah 4 unit penguat ultrasonik. Sensor yang digunakan adalah passive infrared resistor (PIR) dengan 4 buah sensor.
Alat pengusir tikus yang dirancang mampu menghasilkan gelombang suara dari 20 kHz hingga 50 kHz. Tikus mendengar pada rentang frekuensi antara 5 kHz -90 kHz. Namun, tikus terkejut ketika mereka mendengar suara dalam rentang frekuensi ultrasonik> 20 kHz hingga 60 kHz. Aktuator dan sensor dipasang di sekitar kerangka sistem kontrol. Panel surya 50W dipasang pada sistem kontrol untuk membantu sistem kontrol mendapatkan daya listrik independen.
Pengusir tikus yang dirancang oleh Fakultas Pertanian Universitas Lampung ini mampu mencapai 1200m2, sedangkan sensor mampu mendeteksi gangguan pada kisaran 78,53m2. Jarak maksimum antara sensor dan sumber gangguan adalah 5m. Saat ada gerakan, speaker ultrasonik akan menyala.
Sistem kontrol dapat mengenali kesalahan dan mengoperasikan aktuator 100%. Respon sistem kontrol untuk mengaktifkan trigger saat mouse berada di area sensor PIR adalah 0,12 detik.
Waktu rata-rata tikus untuk menghindar dan menjauh dari umpan akibat pengaruh gelombang ultrasonik adalah 4 detik.
Selain itu anda dapat juga basmi tikus dengan bahan alami untuk sawah dan ladang anda.
Hasil ini menunjukkan bahwa sistem kontrol mampu mendeteksi hama dan tikus pengganggu saat berada dalam sistem kontrol.

